MENUJU BOJONEGORO SEHAT CERDAS
PRODUKTIF DAN BAHAGIA
Desa adalah kumpulan dari beberapa
unit pemukiman kecil yang disebut kampung. Menurut
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal
usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bojonegoro
sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur memiliki sekitar 419 desa dan 11
kelurahan. Terlihat dari jumlah desa yang lebih banyak dibandingkan kelurahan,
dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan, adat istiadat, dan warisan leluhur masih
terjada di Bojonegoro. Sejarah yang panjang dan perkembangan yang cepat
mengokohkan Bojonegoro sebagai kabupaten yang patut disegani hingga saat ini.
Di hari jadi Bojonegoro ke-337 ini saya ingin memberikan kontribusi berupa
gagasan untuk Bojonegoro yang lebih baik.
Sebagai
wilayah administratif yang memiliki 419 desa dengan jumlah penduduk sekitar
1.408.809 jiwa, kesehatan masyarakat dan pendidikan menjadi salah satu aspek
yang sangat diperhatikan untuk menciptakan kemakmuran serta kesejahteraan.
Kesehatan
adalah akar dari pembentukan masyarakat yang cerdas, bahagia, produktif, dan
makmur. Jika masyarakatnya sudah sehat sejak kecil, maka sudah bisa dipastikan
masyarakatnya akan menjadi cerdas asalkan dengan asupan gizi yang cukup,
disiplin, serta ketekunan menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
Kerjasama
yang baik antara pemerintah dan masyarakat merupakan salah satu langkah efektif
mewujudkan desa yang sehat dan cerdas. Berikut ini adalah beberapa gagasan saya
dalam membentuk desa yang sehat, cerdas, produktif dan sejahtera. Tentunya
dengan mengeksekusi beberapa gagasan dari masyarakat akan membantu Bojonegoro
dalam mencapai visinya.
1. Lingkungan
Kebersihan dan sanitasi lingkungan menjadi indikator
penting dalam terbentuknya warga yang sehat. Menjaga kebersihan adalah hal
sederhana namun berdampak sangat besar. Kesehatan dimulai dari sebuah keluarga.
Untuk mewujudkannya bisa dengan melakukan:
· Menempatkan tong-tong sampah organik dan non-organik di tempat-tempat umum
yang sering dikunjungi banyak warga
dan di masing-masing rumah. Tong sampah sebaiknya mudah dijangkau dan dengan
jumlah yang banyak.
· Sosialisasi daur ulang mandiri.
Dengan cara mengedukasi dan memperagakan
kepada masyarakat oleh seorang profesional cara untuk mendaur ulang sendiri
barang-barang atau sampah yang bisa dipakai kembali. Misalnya, dengan membentuk
kerajinan tangan/pernak pernik dari botol plastik bekas, dst.
· Memberikan ketegasan hukum
bagi warga yang sering membuang
sampah sembarangan. Misalnya dengan mengenakan sanksi denda.
· Mengadakan lomba
“RUSINAS (Rumah Bersih, Nyaman, dan Asri)” setiap tahun. Kesehatan dimulai dari sebuah
keluarga. Begitulah dasar lomba ini perlu diadakan. Lomba ini untuk
mendorong masyarakat atau keluarga untuk menjaga kebersihan rumah dan
pekarangan, dan menciptakan pekarangan yang asri dengan jalan menanam pohon
atau tanaman yang mendukung keasrian rumah. Lomba ini untuk mengapresiasi
keluarga yang menjaga rumah dan pekarangan dengan baik dan bersih, tentunya
tidak hanya dilakukan pada satu hari atau saat tertentu saja, namun rutin dan
tekun dilakukan sepanjang tahun. Tim penilai atau asesor adalah kepala desa
sendiri yang mengamati dan mengawasi rumah-rumah warga secara rutin.
· Menjaga serta melestarikan hutan atau taman desa. Bersama-sama untuk melindungi
hutan dari orang yang hendak menebang pohon dan merusak hutan dengan sengaja.
· Membangun toilet publik/umum yang terjamin bersih dan dirawat dengan baik.
Salah satu yang mengganggu kesehatan keluarga ialah toilet yang tidak memenuhi
standar toilet yang bersih, sehat, dan higienis. Toilet warga desa umumnya
sering tidak terawat dan menjadi sarang kuman dan penyakit yang berbahaya bagi
kesehatan.
2. Pendidikan
Agar masyarakat aware
atau peduli terhadap kesehatannya perlu adanya pendidikan kesehatan. Salah satu
akar masalah kesehatan warga adalah rendahnya tingkat literasi atau pengetahuan
masyarakat. Edukasi berbasis kesehatan bisa menjadi langkah preventif atau
layanan pencegahan masalah kesehatan masyarakat.
· Pameran Kesehatan
Untuk mengedukasi masyarakat lewat
seminar, peragaan kebiasaan sehat yang perlu diterapkan sehari-hari (misalnya
mencuci tangan dengan sabun, cara benar dalam menyikat gigi, dst), edukasi
tentang makanan dan minuman yang sehat dan yang berbahaya bagi kesehatan.
· Perpustakaan Sehat
Salah satu permasalahan kesehatan
masyarakat disebabkan rendahnya literasi atau pemahaman kesehatan masyarakat.
Perpustakaan sehat menjadi sumber referensi warga untuk memperluas pengetahuan
dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat lewat buku-buku di perpustakaan
sehat dari pemerintah yang dapat dipinjam secara gratis.
· Sosialisasi TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Warga dididik apa saja tanaman yang
bermanfaat mengobati penyakit ketika anggota keluarga yang sakit, memberikan
bibit tanaman, lalu diberitahu bagaimana bercocok tanam tanaman obat-obatan
untuk keluarga, sehingga masyarakat tidak mengeluarkan pengeluaran tambahan
untuk pengobatan. Cukup dengan meracik obat sendiri.
3. Asupan
Gizi
Gizi yang mencukupi menjadi faktor pendukung
terciptanya masyarakat yang cerdas. Jika sudah sehat, semangat belajar menjadi
tinggi dan pelajaran dapat diterima dan dicerna dengan mudah.
· Pembagian susu gratis kepada anak < 17 tahun.
Susu merupakan minuman energi yang
memiliki standar gizi yang lengkap dan tinggi, hampir semua vitamin dan mineral
ada di dalam susu. Susu gratis bisa diberikan 2-3 kali seminggu agar warga
menjadi lebih sehat dan cerdas.
· Bazar Murah Buah Rakyat
Buah adalah makanan yang baik bagi
tubuh yang banyak bersifat karsinogenik, yakni mencegah berbagai penyakit
kanker atau penyakit dalam, dan juga berperan sebagai antioksidan. Buah sangat
penting bagi tubuh. Dengan membuka bazar murah, menjual buah dan sayuran yang
murah dengan mengambil keuntungan sedikit bisa membantu warga desa agar rajin
mengkonsumsi buah dengan rutin dan membentuk kebiasaan yang sehat dan baik.
Bazar dapat diadakan 3-5 kali sebulan agar asupan gizi warga terjaga.
4. Kegiatan Bersama
Mengadakan kegiatan yang sehat bersama sangat efektif
dan bermanfaat seperti pedang bermata dua, selain untuk kesehatan, juga untuk
membentuk kekeluargaan dan kedekatan di antara warga lewat interaksi satu sama
lain dalam kegiatan bersama.
· Senam Warga Sehat (Sewas)
Dengan mengadakan senam bersama
dipimpin oleh seseorang yang ahli senam bersama-sama di alun-alun desa bisa
sangat bermanfaat dan menyehatkan. Senam membantu melancarkan peredaran darah,
menghambat penuaan dini, menguatkan tulang, serta meningkatkan kinerja otak.
Sehingga sangatlah efektif dalam meningkatkan kecerdasan warga desa.
· Gerak jalan dan sepeda santai
Aktivitas gerak jalan yang diadakan
setiap bulan sangat baik, khususnya untuk kaum lansia. Juga bisa dengan sepeda
santai beramai-ramai mengelilingi desa.
· Penyediaan fasilitas olahraga, seperti lapangan olahraga, peralatan
olahraga seperti bola kaki, bola basket, raket, dan lain-lain
Olahraga tim seperti sepak bola dan
basket bisa menjadi alternatif yang menyehatkan dan memunculkan rasa
kekeluargaan dan kedekatan satu sama lain.
· Kompetisi olahraga tingkat desa
Memotivasi warga untuk berolahraga
dan mengembangkan bakat mereka.
5. Jasa Konsultasi Kesehatan Gratis
Pertanyaan-pertanyaan dan keluhan masyarakat perlu
ditangani dengan membentuk jasa konsultasi desa atau pusat layanan kesehatan
desa yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan warga seputar kesehatan.
6. Remunerasi Tenaga Kesehatan di
Lembaga-Lembaga Pelayanan Kesehatan Desa
Dengan kebijakan remunerasi tenaga pelayanan kesehatan
desa di puskesmas atau rumah sakit, membuat tenaga pelayanan kesehatan lebih
produktif dalam melayani kesehatan warga dengan memanfaatkan tenaga ahli akademi
kesehatan yang ada di Bojonegoro.
7. Internet
Internet adalah media informasi yang sudah tidak asing
lagi diera perkembangan zaman semakin moderen yang sudah begitu pesat sangat
dibutuhkan untuk menuju masyarakat bojonegoro yang cerdas produktif dan bahagia.untuk
menunjang sarana dan prasarana internet sudah selayaknya dimiliki disetiap desa
agar masyarakat mampu berkompetisi untuk membagun desa secara online baik
dibidang meningkatkan kinerja pemerintah Desa bisa juga sebagai penunjang
informasi pertanian, maupun kewirausahaan tentunya dengan dukungan Dinas KOMINFO
terkait antara lain.
·
Memberirakn pengarahan tentang manfaat internet
pada setiap Desa
·
Membangun jaringan Hostpot disetiap kecamatan yang
bisa dipancarkan diseluruh wilayah Desa
·
Mengadakan kompetisi blog tentang potensi –
pontensi Desa meliputi tata kelola Pemerintah Desa, pendidika, pertanian, kewirausahaan,
·
Membangun system pemerintahan online disetiap
pemerintah Desa diharapkan bisa mudah mengakses semua informasi dari PEMKAB
Bojonegoro dan juga memanfaatkan system online disetiap dinas pemerintahan
terkait.
8. Lain-lain
· Mendatangkan tenaga pengajar yang
kompeten di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kecerdasan dan kompetensi siswa
· Pemberian beasiswa bagi anak desa
yang mau belajar atau kuliah di universitas terbaik, namun diwajibkan selama
beberapa tahun kembali ke desa untuk membangun desa tentunya dengan dengan
sarana dan prasarana yang mendukung.
·
Tunjangan masyarakat miskin
·
Menerapkan Wajib pajak dengan kontribusi
asuransi jiwa, kesehatan sejahtera
·
Memberikan Pengarahan dan sitem pratinjau pada
setiap APBD agar bisa semaksimalnya untuk bisa dimanfaatkan seluruh rakyat
bojonegoro menuju pemerintah yang cerdas sehat produktif dan bahagia.
