WELCOME

ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABARUKATUH

Monday, May 18, 2015

MENUJU BOJONEGORO SEHAT CERDAS
PRODUKTIF DAN BAHAGIA



Desa adalah kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            Bojonegoro sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur memiliki sekitar 419 desa dan 11 kelurahan. Terlihat dari jumlah desa yang lebih banyak dibandingkan kelurahan, dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan, adat istiadat, dan warisan leluhur masih terjada di Bojonegoro. Sejarah yang panjang dan perkembangan yang cepat mengokohkan Bojonegoro sebagai kabupaten yang patut disegani hingga saat ini. Di hari jadi Bojonegoro ke-337 ini saya ingin memberikan kontribusi berupa gagasan untuk Bojonegoro yang lebih baik.
            Sebagai wilayah administratif yang memiliki 419 desa dengan jumlah penduduk sekitar 1.408.809 jiwa, kesehatan masyarakat dan pendidikan menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan untuk menciptakan kemakmuran serta kesejahteraan.
            Kesehatan adalah akar dari pembentukan masyarakat yang cerdas, bahagia, produktif, dan makmur. Jika masyarakatnya sudah sehat sejak kecil, maka sudah bisa dipastikan masyarakatnya akan menjadi cerdas asalkan dengan asupan gizi yang cukup, disiplin, serta ketekunan menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
            Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat merupakan salah satu langkah efektif mewujudkan desa yang sehat dan cerdas. Berikut ini adalah beberapa gagasan saya dalam membentuk desa yang sehat, cerdas, produktif dan sejahtera. Tentunya dengan mengeksekusi beberapa gagasan dari masyarakat akan membantu Bojonegoro dalam mencapai visinya.
1. Lingkungan
Kebersihan dan sanitasi lingkungan menjadi indikator penting dalam terbentuknya warga yang sehat. Menjaga kebersihan adalah hal sederhana namun berdampak sangat besar. Kesehatan dimulai dari sebuah keluarga. Untuk mewujudkannya bisa dengan melakukan:
· Menempatkan tong-tong sampah organik dan non-organik di tempat-tempat umum
yang sering dikunjungi banyak warga dan di masing-masing rumah. Tong sampah sebaiknya mudah dijangkau dan dengan jumlah yang banyak.
· Sosialisasi daur ulang mandiri.
 Dengan cara mengedukasi dan memperagakan kepada masyarakat oleh seorang profesional cara untuk mendaur ulang sendiri barang-barang atau sampah yang bisa dipakai kembali. Misalnya, dengan membentuk kerajinan tangan/pernak pernik dari botol plastik bekas, dst.

· Memberikan ketegasan hukum
bagi warga yang sering membuang sampah sembarangan. Misalnya dengan mengenakan sanksi denda.

· Mengadakan lomba
“RUSINAS (Rumah Bersih, Nyaman, dan Asri)” setiap tahun. Kesehatan dimulai dari sebuah keluarga. Begitulah dasar lomba ini perlu diadakan. Lomba ini untuk mendorong masyarakat atau keluarga untuk menjaga kebersihan rumah dan pekarangan, dan menciptakan pekarangan yang asri dengan jalan menanam pohon atau tanaman yang mendukung keasrian rumah. Lomba ini untuk mengapresiasi keluarga yang menjaga rumah dan pekarangan dengan baik dan bersih, tentunya tidak hanya dilakukan pada satu hari atau saat tertentu saja, namun rutin dan tekun dilakukan sepanjang tahun. Tim penilai atau asesor adalah kepala desa sendiri yang mengamati dan mengawasi rumah-rumah warga secara rutin.

· Menjaga serta melestarikan hutan atau taman desa. Bersama-sama untuk melindungi hutan dari orang yang hendak menebang pohon dan merusak hutan dengan sengaja.

· Membangun toilet publik/umum yang terjamin bersih dan dirawat dengan baik. Salah satu yang mengganggu kesehatan keluarga ialah toilet yang tidak memenuhi standar toilet yang bersih, sehat, dan higienis. Toilet warga desa umumnya sering tidak terawat dan menjadi sarang kuman dan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan.

2. Pendidikan
Agar masyarakat aware atau peduli terhadap kesehatannya perlu adanya pendidikan kesehatan. Salah satu akar masalah kesehatan warga adalah rendahnya tingkat literasi atau pengetahuan masyarakat. Edukasi berbasis kesehatan bisa menjadi langkah preventif atau layanan pencegahan masalah kesehatan masyarakat.
· Pameran Kesehatan
Untuk mengedukasi masyarakat lewat seminar, peragaan kebiasaan sehat yang perlu diterapkan sehari-hari (misalnya mencuci tangan dengan sabun, cara benar dalam menyikat gigi, dst), edukasi tentang makanan dan minuman yang sehat dan yang berbahaya bagi kesehatan.
· Perpustakaan Sehat
Salah satu permasalahan kesehatan masyarakat disebabkan rendahnya literasi atau pemahaman kesehatan masyarakat. Perpustakaan sehat menjadi sumber referensi warga untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat lewat buku-buku di perpustakaan sehat dari pemerintah yang dapat dipinjam secara gratis.
· Sosialisasi TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Warga dididik apa saja tanaman yang bermanfaat mengobati penyakit ketika anggota keluarga yang sakit, memberikan bibit tanaman, lalu diberitahu bagaimana bercocok tanam tanaman obat-obatan untuk keluarga, sehingga masyarakat tidak mengeluarkan pengeluaran tambahan untuk pengobatan. Cukup dengan meracik obat sendiri.

3. Asupan Gizi
Gizi yang mencukupi menjadi faktor pendukung terciptanya masyarakat yang cerdas. Jika sudah sehat, semangat belajar menjadi tinggi dan pelajaran dapat diterima dan dicerna dengan mudah.
· Pembagian susu gratis kepada anak < 17 tahun.
Susu merupakan minuman energi yang memiliki standar gizi yang lengkap dan tinggi, hampir semua vitamin dan mineral ada di dalam susu. Susu gratis bisa diberikan 2-3 kali seminggu agar warga menjadi lebih sehat dan cerdas.

· Bazar Murah Buah Rakyat
Buah adalah makanan yang baik bagi tubuh yang banyak bersifat karsinogenik, yakni mencegah berbagai penyakit kanker atau penyakit dalam, dan juga berperan sebagai antioksidan. Buah sangat penting bagi tubuh. Dengan membuka bazar murah, menjual buah dan sayuran yang murah dengan mengambil keuntungan sedikit bisa membantu warga desa agar rajin mengkonsumsi buah dengan rutin dan membentuk kebiasaan yang sehat dan baik. Bazar dapat diadakan 3-5 kali sebulan agar asupan gizi warga terjaga.

4. Kegiatan Bersama
Mengadakan kegiatan yang sehat bersama sangat efektif dan bermanfaat seperti pedang bermata dua, selain untuk kesehatan, juga untuk membentuk kekeluargaan dan kedekatan di antara warga lewat interaksi satu sama lain dalam kegiatan bersama.
· Senam Warga Sehat (Sewas)
Dengan mengadakan senam bersama dipimpin oleh seseorang yang ahli senam bersama-sama di alun-alun desa bisa sangat bermanfaat dan menyehatkan. Senam membantu melancarkan peredaran darah, menghambat penuaan dini, menguatkan tulang, serta meningkatkan kinerja otak. Sehingga sangatlah efektif dalam meningkatkan kecerdasan warga desa.
· Gerak jalan dan sepeda santai
Aktivitas gerak jalan yang diadakan setiap bulan sangat baik, khususnya untuk kaum lansia. Juga bisa dengan sepeda santai beramai-ramai mengelilingi desa.
· Penyediaan fasilitas olahraga, seperti lapangan olahraga, peralatan olahraga seperti bola kaki, bola basket, raket, dan lain-lain
Olahraga tim seperti sepak bola dan basket bisa menjadi alternatif yang menyehatkan dan memunculkan rasa kekeluargaan dan kedekatan satu sama lain.
· Kompetisi olahraga tingkat desa
Memotivasi warga untuk berolahraga dan mengembangkan bakat mereka.

5. Jasa Konsultasi Kesehatan Gratis
Pertanyaan-pertanyaan dan keluhan masyarakat perlu ditangani dengan membentuk jasa konsultasi desa atau pusat layanan kesehatan desa yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan warga seputar kesehatan.
6. Remunerasi Tenaga Kesehatan di Lembaga-Lembaga Pelayanan Kesehatan Desa
Dengan kebijakan remunerasi tenaga pelayanan kesehatan desa di puskesmas atau rumah sakit, membuat tenaga pelayanan kesehatan lebih produktif dalam melayani kesehatan warga dengan memanfaatkan tenaga ahli akademi kesehatan yang ada di Bojonegoro.
7. Internet
Internet adalah media informasi yang sudah tidak asing lagi diera perkembangan zaman semakin moderen yang sudah begitu pesat sangat dibutuhkan untuk menuju masyarakat bojonegoro yang cerdas produktif dan bahagia.untuk menunjang sarana dan prasarana internet sudah selayaknya dimiliki disetiap desa agar masyarakat mampu berkompetisi untuk membagun desa secara online baik dibidang meningkatkan kinerja pemerintah Desa bisa juga sebagai penunjang informasi pertanian, maupun kewirausahaan tentunya dengan dukungan Dinas KOMINFO terkait antara lain.
·         Memberirakn pengarahan tentang manfaat internet pada setiap Desa
·         Membangun jaringan Hostpot disetiap kecamatan yang bisa dipancarkan diseluruh wilayah Desa
·         Mengadakan kompetisi blog tentang potensi – pontensi Desa meliputi tata kelola Pemerintah Desa, pendidika, pertanian, kewirausahaan,
·         Membangun system pemerintahan online disetiap pemerintah Desa diharapkan bisa mudah mengakses semua informasi dari PEMKAB Bojonegoro dan juga memanfaatkan system online disetiap dinas pemerintahan terkait.
8. Lain-lain
· Mendatangkan tenaga pengajar yang kompeten di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kecerdasan dan kompetensi siswa
· Pemberian beasiswa bagi anak desa yang mau belajar atau kuliah di universitas terbaik, namun diwajibkan selama beberapa tahun kembali ke desa untuk membangun desa tentunya dengan dengan sarana dan prasarana yang mendukung.
·         Tunjangan masyarakat miskin
·         Menerapkan Wajib pajak dengan kontribusi asuransi jiwa, kesehatan sejahtera
·         Memberikan Pengarahan dan sitem pratinjau pada setiap APBD agar bisa semaksimalnya untuk bisa dimanfaatkan seluruh rakyat bojonegoro menuju pemerintah yang cerdas sehat produktif dan bahagia.

              
Copyright 2010 CHOLIZ.NET
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger